Mengenal istilah proses thawing dalam makanan beku (Frozen food)

Posted on Updated on

Metode pengawetan yang banyak di aplikasikan pada bahan pangan saat ini ialah pembekuan. Dengan cara tersebut, makanan menjadi lebih awet dan lebih aman. Namun, jika penanganan pasca pembekuan yang kurang baik dapat menghasilkan off-flavor pada makanan. Teknik untuk mengatasi itu ialah proses tawing.

proses thawing

Proses thawing adalah  cara untuk mencairkan makanan yang telah beku. Caranya dengan menaikkan suhu secara perlahan untuk menciptakan titik didihnya. Sehingga bahan pangan dapat diolah lebih lanjut.

Lalu, apa pengaruhnya jika bahan pangan tidak di thawing dahulu? Nah, begini sob jika bahan pangan beku tidak dilakukan proses thawing terlebih dahulu, dapat menyebabkan proses pemasakan yang lebih lama. Karena diperlukan tahap pencairan es.

Bahkan untuk produk daging jika langsung dilakukan proses penggorengan (pengolahan) dapat menimbulkan letupan pada minyak yang kita gunakan. Kok bisa? Iya, karena air dari es yang beku di naikkan suhunya secara tiba-tiba hingga mencapai titik didihnya. Sehingga airnya berebut untuk keluar ke udara.

Titik didih itu adalah kondisi dimana air menguap keudara. Jadi jika dari fasa (bentuk) es tiba-tiba dinaikkan suhunya maka akan terjadi gesekan molekul air dan melompat kesana-kemari sembari mendorong minyak sob. Itulah sebabnya terkadang banyak minyak yang tercecer kesana kemari.

Terdapat 2 cara proses thawing yang mudah yang dapat frozeners aplikasikan dirumah:

  1. Thawing dengan air dingin

proses thawing

Proses ini menggunakan bantuan air yang telah steril. Bisa menggunakan air kran, asalkan direbus terlebih dahulu. Lama perendaman yang dilakukan biasanya + 30 menit. Namun, perlu diperhatikan saat melakukan thawing dengan cara ini gunakan kemasan yang tertutup sehingga mencegah terjadinya kontaminasi dari luar.

Sejatinya bahan pangan yang telah dibekukan itu aman dari mikroba pathogen, kecuali mikroba golongan psikrofilik. Namun, setelah proses thawing kondisi lingkungan menjadi sesuai yang diinginkan oleh bakteri tumbuh. Sehingga diperlukan proses yang bersih dan segera dilakukan proses pemasakan.

  1. Thawing dengan microwave

proses thawing

Gelombang mikro yang ada pada alat microwave memberikan energy panas pada bahan pangan beku. Sehingga, dengan adanya efek panas dapat mencairkan es. Proses ini lebih aman dan membutuhkan waktu yang relative lebih cepat, yakni + 15 menit.

Panas yang ditimbulkan dari proses ini dihasilkan dari gesekan antara molekul air yang dipicu oleh gelombang mikro.

Proses thawing sendiri pada bahan pangan sangat dianjurkan oleh praktisi pangan sebelum dilakukan pengolahan. Efeknya adalah dapat menurunkan viabilitas dari mikrobia pathogen dalam bahan pangan.

Jadi, sobat frozeners proses thawing ini juga bermanfaat meningkatkan kekenyalan tekstur bahan pangan. Jika dibandingkan dengan pengolahan tanpa thawing, bahan akan bertekstur lembek dan cenderung berair. Yuk, buktikan dirumah sob…

Iklan

Satu respons untuk “Mengenal istilah proses thawing dalam makanan beku (Frozen food)

    […] Jenis air ini adalah air yang terikat dengan makromolekul seperti protein dan selulosa dalam membrane sel yang dihubungkan dengan ikatan hydrogen. Air ini masih menyerupai air bebas karena dapat dikristalkan pada proses pembekuan. Jenis air ini merupakan pelarut zat-zat yang ada dalam sel. Air ini tidak dapat dimanfaatkan oleh mikrobia. […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s