Fakta dan Mitos Seputar Susu Kambing yang Beredar di Masyarakat

Posted on Updated on

Menurut penelitian Balai Penelitian Ternak  (2001) menunjukkan hasil wawancara dengan beberapa responden yang memanfaatkan susu kambing untuk keluarga atau dimanfaatkan oleh keluarga lain sebagai obat menyatakan lebih baik atau sembuh dari beberapa penyakit. Dari 35 responden yang melakukan pengobatan, 85% menyatakan sembuh dari penyakit asma, 15% penyakit TBC; Sedangkan dari 35 responden yang mengkonsumsi susu untuk perbaikan kesehatan, 65% menyatakan bermanfaat untuk pemulihan kesehatan, 26% menyatakan berguna sebagai obat kuat dan 9% menyatakan dapat meningkatkan kepandaian.

 

susu kambingMenurut responden Balitnak (2001) yang memanfaatkan susu kambing secara terus menerus komposisi pemilikan 3-6 ekor betina dengan 1 ekor pejantan menjamin ketersediaan susu kambing . Seorang konsumen (pelanggan) susu kambing yang telah merasakan manfaat dari mengkonsumsi susu sebagai ” obat sakit “kemudian menjadi pemelihara ternak kambing PE.

 

susu kambingDi Ponorogo, Tegal dan Purwakarta ada warung jamu yang khusus menyediakan susu kambing sebagai campuran atau minuman STMJ (susu telur madu dan jahe). Mereka yang datang biasanya umumnya mengkonsumsi susu kambing lebih dikenal sebagai obat dibandingkan sebagai sumber gizi. Di kota Tegal terdapat sebuah warung yang menyediakan susu kambing, yang dibuka malam hari, tradisi ini sudah berjalan lebih dari 20 tahun dan masih sering mengalami kekurangan dalam memenuhi permintaan susu kambing (Setiyanto, 1999).

 

Mitos Yang Berkembang Di Masyarakat

Berikut mitos-mitos populer seputar susu kambing yang beredar di masyarakat (Leonardo,2008)  :

Mitos positif

  • Mengkonsumsi susu kambing dapat mengobati penyakit asma.

Fakta ;

Walaupun mitos tersebut tidak benar, namun susu kambing memang amat baik bila diminum oleh penderita asma. Susu kambing dapat dijadikan bagian dari pengobatan asma dalam hal asupan gizi. Namun jangan salah mengartikan susu kambing adalah obat asma karena susu kambing bukanlah obat atau jamu. Susu kambing hanyalah tidak membawa dampak alergi atau berisiko rendah menimbulkan alergi. Semua ini karena dibandingkan dengan susu ternak lainnya, susu kambing tidak mengandung beta-lactoglobulin yang bersifat alergen dan sering disebut sebagai pemicu reaksi alergi seperti asma, dan bendungan saluran pernapasan.

 

Mitos negatif

  • Semua susu kambing mempunyai aroma yang tidak sedap seperti dengan

hewannya.

Fakta ;

Mitos tersebut benar. Faktanya susu kambing murni memang memiliki aroma yang spesifik yaitu sedikit berbau kambing. Ada kalanya bau susu agak tajam, namun semua ini lebih dipengaruhi faktor panganan ternak. Apabila panganan ternak dikontrol dengan tidak memberikan pangan secara asalan, serta memproses susu yang diproduksi dengan cara disaring dan pasteurisasi secara baik dan profesional, bau ini dapat dihilangkan. Seperti halnya di peternakan Limau Manis, semua kambing perahanan hanya diberikan makanan organik yang bebas pestisida dan zat tambahan serta dikontrol dietnya. Selain itu susu yang dihasilkan juga langsung disaring dua kali dan diproses secara mekanis dan profesional begitu baru diperah karena itu baunya dapat dihilangkan.

 

  • Susu kambing tidak boleh diminum penderita darah tinggi karena dampaknya akan sama seperti mengkonsumsi daging kambing.

Fakta ;

Mitos tersebut tidak benar. Kandungan utama susu kambing yang terdiri dari kalium justru berfungsi menstabilkan tingginya tekanan darah, mengatur fungsi kerja jantung, dan menekan risiko terkena arteriosklerosis. Makanan tinggi kalium, menurut pakar penyakit darah tinggi dari Minnesota University AS, Dr. Louis Tobian, Jr., bisa membantu menurunkan tekanan darah serta bisa memberi kekuatan tambahan dalam mencegah stroke secara langsung, Pernyataan itu dikuatkan penelitian terhadap lebih dari 40.000 pria Amerika yang mengkonsumsi susu kambing selama 4 tahun. Kesimpulan riset menyatakan kelompok yang mengkonsumsi lebih banyak kalium, ternyata memiliki risiko terserang stroke lebih rendah.

 

Sumber :

Direktorat Jenderal Peternakan. 1997. Buku statistik Peternakan.Le Jaouen, J.C. 1981 In Goat Production Ed. C. Gall, Academic Press, London.

DEPATEMENT OF AGRICULTURE . 1976. Composition of food: Dairy and egg product . Agriculture Handbook No. 8-1 . Agriculture Research Service, Washington, D.C., US Dept.of. Agriculture .

Leonardo. 2008. Perancangan Ulang Label Kemasan Dan Promosi Produk ”100% Susu Kambing Murni”(Skripsi). Universitas Bina Nusantara.Jakarta

 

 

Iklan

3 respons untuk ‘Fakta dan Mitos Seputar Susu Kambing yang Beredar di Masyarakat

    […] Mukadar (2007) kandungan gizi ikan kerapu macan memiliki kandungan energi 92 kkl; protein 19,8%; kalsium 27%; air 79,2%; lemak […]

    Suka

    […] Penanganan hasil perikanan tersebut sangat penting bagi kualitas dan mutu ikan tuna sebab akan mempengaruhi harga di pasaran jika kualitas ikan tuna yang ditawarkan buruk, […]

    Suka

    […] mempertahankan mutunya terdapat cara mengawetkan ikan agar mutu dan kualitanya tetap terjaga selama perjalanan diatas kapal khususnya bagi ikan laut yang ditangkap […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s