Skip to content

Komunitas Frozenfood Indonesia

Komunitas Produsen Makanan Beku Indonesia

Menu
  • Home
  • Profil Frozener
  • Website Frozeners
  • Artikel
  • Sharbiz
  • Berita
  • Tentang Kami
Menu

Cara mudah melakukan pembekuan buah-buahan dan sayuran

Posted on Agustus 2, 2017 by frozener
Salah satu keuntungan dari metode pembekuan ialah dapat diaplikasikan untuk hampir semua bahan pangan. Terkhusus jika dalam bahan pangan tersebut mengandung kadar air yang cukup. Termasuk komoditi pembekuan buah-buahan dan sayuran.

pembekuan buah-buahan dan sayuran

Namun, pada pembekuan buah-buahan dan sayuran perlu diperhatikan factor suhu yang digunakan. Karena setiap buah-buahan mempunyai spesifikasi titik beku yang berbeda-beda. Sehingga untuk menghindari kerusakan yang dapat terjadi, perlu pahami mengenai karakteristik buah dan sayur yang akan dibekukan.

Apabila suhu penyimpanan dipertahankan tidak melebihi batas minimum dari pertumbuhan mikroorganisme untuk waktu penyimpanan yang lama. Maka, mutu buah dan sayuran beku akan rusak. Terutama disebabkan oleh perubahan fisik, kimia, dan mikrobiologi.

Sehingga, perlu dilakukan perlakuan pendahuluan sebelum pembekuan buah-buahan dan sayuran. Perlakuan-perlakuan sebelum pembekuan bertujuan untuk mengurangi kerusakan selama pembekuan dan penyimpanan beku.

  1. Blansir

Blansir banyak digunakan untuk beberapa macam buah-buahan dan hampir semua sayuran untuk menginaktivkan enzim-enzim peroksidase dan katalase. Mengurangi kadar oksigenn dalam sel dan mengurangi jumlah mikroba, serta memperbaiki warna.

  1. Penggunaan asam askorbat

Penambahan atau pencelupan ke dalam larutan asam askorbat atau larutan sulfuroksida untuk mempertahankan warna dan mengurangi pencokelatan.

  1. Pengemasan

Pengemasan pada pembekuan buah-buahan dan sayuran dilakukan dalam gula kering atau sirup. Tujuannya ialah untuk meningkatkan kecepatan pembekuan dan mengurangi reaksi pencokelatan enzimatis. Mengurangi jumlah oksigen yang masuk kedalam buah-buahan.

  1. Perubahan pH beberapa buah untuk menurunkan kecepatan reaksi pencokelatan.

pembekuan buah-buahan dan sayuran

Perubahan enzim adalah penyebab utama dari perubahan mutu dalam pembekuan buah-buahan dan sayuran. Enzim-enzim tersebut harus di nonaktifkan atau dihambat kegiatannya bila diinginkan mutu akhir produk yang baik.

Selama penyimpanan dan pembekuan, konsentrasi bahan-bahan dalam sel termasuk enzim dan substratnya meningkat. Jadi, kecepatan aktivitas enzim dalam jaringan beku cukup nyata, walaupun pada suhu rendah.

Pada pembekuan buah-buahan dan sayuran perlu juga diperhatikan pengaruh suhu. Umumnya buah dan sayur jika disimpan pada rentang suhu 0o-5oC dapat mengalami kerusakan fisik yaitu chilling injury. Chilling injury adalah kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan dalam penyimpanan dan penempatan pada ruang dibawah titik bekunya.

Kerusakan tersebut dapat diindikasikan dengan munculnya bintik hitam dipermukaan bahan. Dan juga bahan menjadi keriput dan lebih berair, meskipun belum dilakukan thawing.

Nah, gimana frozeners makin paham kan mengenai pembekuan buah-buahan dan sayuran. Yuklah langsung dipraktekin dirumah masing-masing.

Sumber: Buckle dkk. 1985. Ilmu pangan (penerjemah Hari Purnomo Adiono). UI-Press. Jakarta.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Related Posts:

  • yuyun-anwar
    Pengalengan Buah Dan Sayur Serta Tahapannya
  • Pembekuan tidak hanya dilakukan pada produk daging. Pembekuan buah-buahan dan sayuran pun bisa dilakukan. Tentu saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pembekuan buah-buahan dan sayuran bisa berjalan sukses. Ada dua pengaruh pendinginan terhadap makanan yaitu : 1) Penurunan suhu akan mengakibatkan penurunan proses kimia, mikrobiologi dan biokimia yang berhubungan dengan kelayuan (senescene), kerusakan (decay), pembusukan dan lain-lain. 2) Pada suhu dibawah 0oC air akan membeku dan terpisah dari larutan membentuk es, yang mirip dalam hal air yang diuapkan ada pengeringan atau suatu penurunan aw. Apabila suhu penyimpanan cukup rendah dan perubahan kimiawi dapat dipertahankan sampai batas minimum, maka mutu makanan beku dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang cukup lama. Dan sebaliknya apabila suhu penyimpanan dipertahankan tidak melebihi batas minimum untuk waktu yang cukup lama, maka mutu makanan beku akan rusak sebagai akibat dari perubahan-perubahan fisik, kimia dan biokimia. Beberapa perlakuan yang dilakukan sebelum pembekuan untuk bertujuan mengurangi kerusakan : 1) Blansir untuk beberapa macam buah-buahan dan hampir semua sayuran untuk menginaktifkan enzim-enzim peroksidase. 2) Penambahan atau pencelupan ke dalam larutan asam askorbat atau larutan sulfurdioksida untuk mempertahankan warna dan mengurangi kecoklatan. 3) Pengemasan buah-buahan dalam gula kering atau sirup untuk meningkatkan kecepatan pembekuan dan mengurangi reaksi pencoklatan, dengan mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke dalam buah-buahan. 4) Perubahan pH beberapa buah untuk menurunkan kecepatan reaksi pencoklatan. Perubahan enzim adalah merupakan penyebab utama dari perubahan mutu kualitas buah-buahan dan enzim- enzim tersebut harus diinaktifkan atau dihambat kegiatannya jika menginginkan kualitas akhir yang baik. Selama dalam masa pembekuan dan penyimpanan beku itulah, konsentrasi bahan-bahan dalam sel termasuk juga enzim dan substratnya meningkat, jadi kecepatan aktivitas enzim dalam jaringan beku cukup nyata, walaupun pada suhu yang rendah sekalipun. Dari uraian diatas jelaslah bahwa pembekuan buah-buahan dan sayuran bisa dilakukan. Pembekuan bisa mengurangi penurunan mutu gizi dari produk yang dibekukan. Juice dengan campuran beberapa buah-buahan dan dibekukan sehingga bisa tahan selama 1 bulan lebih di freezer bisa menjadi alternatif produk dagang.
    PEMBEKUAN BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN
  • menjaga kualitas pangan
    Cara Menjaga Kualitas Pangan Frozen Food
  • denaturasi protein telur
    Denaturasi Protein dalam Industri Pangan
  • fz
    Kenali Limbah B3 Dan Upaya Penanganannya
  • Thawing makanan beku
    Mengenal Istilah Proses Thawing Dalam Makanan Beku

Continue Reading

Next Post:
Cara mudah mempertahankan mutu makanan beku
Previous Post:
Penyimpanan dan pengangkutan makanan beku

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Archives

  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • September 2023
  • Mei 2023
  • Maret 2020
  • Juli 2019
  • Juli 2018
  • Agustus 2017
  • Mei 2017
  • November 2016
  • Oktober 2016
  • September 2016
  • Juli 2016
  • Juni 2016
  • Mei 2016
  • April 2016
  • Maret 2016
  • Februari 2016
  • Desember 2015
  • November 2015

Categories

  • Artikel
  • Berita
  • Ilmu dan teknologi pangan
  • khasiat dan manfaat rempah
  • Kopdar
  • Profil Frozeners
  • SharbiZ
  • Teknologi Pangan
  • Teknologi Pemanfaatan Limbah
©2026 Komunitas Frozenfood Indonesia | Built using WordPress and Responsive Blogily theme by Superb
%d